Teori Segitiga Cinta Stenberg

Sepasang suami istri berusia lanjut sedang makan malam di suatu rumah makan. Mereka tampak asyik mengobrol dan saling memandang. Kakek tua itu rupanya senang membuat istrinya tertawa. Meja mereka penuh dengan canda. Selesai makan, mereka keluar sambil bergandengan tangan.

Segitiga CintaPernahkah anda melihat kejadian seperti itu?

Atau kejadian ini. Dua orang muda mudi yang berpacaran sedang makan di suatu rumah makan. Mereka tidak terlibat dalam pembicaraan, tidak saling menatap pasangannya satu sama lain. Hanya beberapa kalimat dingin yang terucap. “Mau makan apa? Pesan sana!” dan kalimat “Sudah selesai? Ayo pulang!” Mereka keluar dari rumah makan, si lelaki berjalan di depan dan si perempuan berjalan di belakang sambil menunduk.

Tentunya anda bisa melihat dua pasangan ini memiliki cinta yang berbeda. Ya, cinta memang dikategorikan dalam tiga elemen, Stenberg menyebutnya dengan teori segitiga cinta, bukan cinta segitiga ya. Ketiga elemen dasar cinta adalah keintiman, gairah (passion), dan komitmen.

Keintiman adalah elemen emosi. Dalam keintiman terdapat kehangatan, kepercayaan, dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya sangat mudah, kangen jika berpisah terlalu lama, ingin membina hubungan yang serius, senang menghabiskan waktu dengan mengobrol, ingin bergandengan tangan atau saling merangkul.

Gairah adalah elemen motivasional yakni dorongan seksual.

Komitmen adalah elemen kognitif. Dua orang yang ingin melanjutkan hidup bersama dan berkesinambungan. Elemen komitmen dapat berupa pacaran atau yang lebih serius lagi pernikahan.

Berikut adalah tabel bagaimana ketiga elemen ini berinteraksi.

Tipe Komponen Deskripsi
Non love Ketiga komponen tidak ada Hubungan ini banyak terjadi dalam hubungan interpersonal, rekan kerja kantor, kenalan baru.
Liking Keintiman Ada kedekatan, kehangatan, saling mendukung secara emosional, pengertian. Biasanya terjadi dalam hubungan pertemanan.
Infatuation Gairah Ketertarikan fisik semata. Biasanya terjadi pada cinta pada pandangan pertama yang mudah hilang.
Empty love Komitmen Biasanya pada hubungan pernikahan yang telah lama terjadi seperti pasangan lanjut usia.
Romantic love Keintiman dan gairah Hubungan yang melibatkan gairah fisik dan emosi yang kuat tanpa ada ikatan seperti pacaran dan pernikahan.
Companionate love Keintiman dan komitmen Hubungan jangka panjang yang tidak melibatkan unsur seksual, termasuk persahabatan.
Fatuos love Gairah dan komitmen Hubungan yang terjadi pada pasangan suami istri yang sudah kehilangan keintimannya.
Consumate love Keintiman, gairah, dan komitmen Adalah cinta yang ideal.

Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan cinta yang ideal? Dalam masa remaja, diharapkan untuk menjalin pertemanan dan persahabatan. Relasi pertemanan dengan lawan jenis dapat berkembang menjadi relasi yang penuh keintiman. Mereka dapat pula menjalin ikatan pacaran untuk saling mengenal satu sama lain dan mengembangkan keintiman lebih dalam lagi. Jika keduanya siap untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, komitmen dan gairah akan muncul dalam taraf yang sesuai. Jika anda sudah menikah dan salah satu komponen cinta ideal hilang, segeralah berdiskusi dengan pasangan. Munculkan kembali komponen yang hilang tersebut agar kehidupan rumah tangga menjadi harmonis.

Sumber: Papalia; Olds & Feldman. (1998). Human development (7th ed.). Boston: McGraw Hill

 

Halaman: teori segitiga cinta, teori stenberg.