Langsing dengan Menyusui

Eka Pujie Sukmasari (29) tidak perlu repot-repot der-diet sehabis melahirkan karena ia kembali langsing berkat menyusui. Ini adalah diarynya yang kami ambil dari tabloid Ayahbunda.

Langsing menyusuiDiary Menyusui

[dropcap] 1 [/dropcap]Maret 2008. Aku termasuk ibu berperawakan patite alias mungil. Sebelum hamil berat badanku cuma 42 kilogram dengan tinggi 160 cm. Karena itulah ketika hamil aku merasa “bebas merdeka” makan apa saja dalam jumlah banyak. Apalagi sejak usia kandungan 4 bulan, tubuh sudah terasa nyaman.

Suamiku, Sandi Arifin (33), kebetulan hobi makan juga. Sepulang kantor dia selalu membawakan oleh-oleh makanan padat kalori seperti roti, mie bakso, kwetiau goreng, atau martabak “Makan yuk, yang,” ajaknya. Yuk, mari… Sedaap!

[dropcap] 2 [/dropcap]April 2008. Aduh, Bu. Diet dong!” Ujar dokter kandunganku. Wah! Aku, su mungin, masak harus diet?

“Memangnya kenapa, Dok?” tanyaku sambil menatap layar monitor ultrasonografi. Disana terlihat janinku bergerak-gerak. “Bayinya sudah besar nih. Ibu sedikit mengurangi makan ya? Panggul ibu kecil, jadi nanti kalo bayinya terlalu besar, susah mengeluarkannya”

Ternyata pola makanku yang tinggi kalorii membuat janinku sudah seberat 2,8 kilogram di usia kandungan 5 bulan. Terpaksa aku mengurangii asupan kalori berlebih. Huhuhu… sedihnya “bermusuhan” dengan bacang ayam favoritku!

[dropcap] 3 [/dropcap]3 Agustus 2008. Nasay Ashera Arifin lahir dengan berat 3,4 kilogram. terima kasih tuhan. Kini tugas berikutnya adalah menyusui eksklusif. Sayang sekali pada hari-hari pertama ASI-ku belum deras mengalir.  Tapi aku tetap menyusui Nasya di kedua payudara bergantian agar ia mendapat kolostrum yang kaya zat kekebalan tubuh. “Sabar, Sayang. Asi mama belum ada. Kamu juga belum lapar kan?”

Menurut majalah Ayahbuhda, pada hari-hari pertama bayi menyusu bukan karena lapar, melainkan untuk mendapatkan suasana mirip rahim yang hangat dan nyaman. Sering menyusui di hari-hari pertama juga merangsang produksi ASI.

[dropcap] 4 [/dropcap]5 Agustus 2008. Setelah kolostrum keluar, ASI-ku mengalir. Deras! Tetapi kok lpar sekali ya setiap sehabis menyusui? Aku pun tak “tidak malu-malu” menambah porsi makan dan minum. Berat badanku saat hamil yang naik 16 kilo, belum turun. tetapi saat ini menurukan berat badan bukan prioritas utama. Supaya ASI bayak dan aku tidak lemas sehabis menyusui, makanan apapun asal sehat aku santab: nasi, sayur, buah, daging-dagingan, susu, cemilan berkalori tinggi.

[dropcap] 5 [/dropcap]10 Agustus 2008. Terus menyusui pagi, siang, dan malam, diimbangi dengan makan banyak. Belum satu minggu sesudah melahirkan, iseng-iseng aku menimbang berat badan. Wah, sudah turun 10 kilogram!

[dropcap] 6 [/dropcap]5 November 2008. Aku tidak menahan-nahan keinginan makan karena khawatir ASI-ku sedikit. Kalau mau menambah nasi, ya, hayuk.  Kalau mau minum susu, glek saja langsung. Haus di siang hari? mari ngjus. Malam-malam lapar, bikin sandwich isi keju… Ajaibnya setiap kali menimbang badan, jarum penunjuk angka selalu pergerak kekiri alias berat badanku turun terus! Sekarang tinggal 47 kilogram. “Sudah ah, jangan tambah kurus lagi, Yang. Badanmu bagus seperti ini, ” kata suamiku.

Hmm, kalo suami memuji artinya sudah ok kan?

Jika kuperhatikan, lemak-lemak di badanku memang sudah pergi.

[dropcap] 7 [/dropcap]3 Maret 2009. Nasya sudah 7 bulan, sudah selesai ASI eksklusif dan sudah makan. Karena selalu minum ASI, badannya bagus juga jarang sakit. Sedangkan bonus menyusui bagiku adalah berat badanku cepat turun, langsing, bahkan lebih bagus dari sebelum hamil. itu menurut suami lho!

Prof. dr. Rulina Suradi, SpA (K) IBCLC, Divisi Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta:

Aktifitas menyusui membakar sekitar 600 kalori perhari dan memangkas lemak. Berat badan ibu hamil merupakan kombinasi berat badan bayi, plasenta, rahim dengan lemak ibu. Jika Anda menyusui, lemak terkikis karena ASI mengambil lemak dari cadangan makanan yang disimpan selama kehamilan dan yang dikonsumsi selama menyusui. Tidak heran ibu menyusui eksklusif cepat langsing tanpa diet atau olahraga keras. Jika tidak menyusui, cadangan makanan selama hamil tidak terpakai, berat badan susah turun, dan lemak di sana-sini.

Meski demikian, niatkan menyusui semata-mata untuk memberii yang terbaik bagi bayi. jika Anda cepat ramping kembali, itu bonusnya!

Cepat langsing jika:

[dropcap] 1 [/dropcap]Menyusui eksklusif 6 bulan dan terus menyusui sesudahnya

[dropcap] 2 [/dropcap]Mengatur pola makan dengan gizi seimbang. banyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak.

[dropcap] 3 [/dropcap]Hidangan berkalori tinggi 9soft drink, kue-kue manis, cokelat, dansebagainya) dikonsumsi tidak berlebihan.

Halaman: cemilan sehat untuk ibu menyusui, cemilan untuk ibu menyusui, cemilan sehat ibu menyusui, cemilan ibu menyusui, langsing dengan menyusui.

You may also like...