Lakukan Ini Saat Melatih Anak Berpuasa

Anda sudah mulai melatih anak berpuasa? Apa yang terjadi setelah satu hari latihan berpuasa, apakah semua berjalan lancar atau ada kendala?

Banyak hal bisa terjadi saat orangtua melatih anak usia sekolah atau prasekolah untuk berpuasa. Belum juga setengah hari berpuasa, anak tiba-tiba terlihat pucat. Tak sampai menunggu waktu berbuka puasa, anak pingsan karena tak kuat menahan haus dan lapar. Hal ini bisa saja terjadi dalam sebuah keluarga.

Agar latihan berpuasa berjalan lancar,  Irwan Rinaldi, penggagas komunitas Ayah untuk Semua, memberikan kiatnya dalam sebuah buklet 10 Kiat Agar Ramadhan Anak Bersama Ayah Lebih Bermakna.

“Kita harus sadar bahwa kemampuan anak tidak sekuat kemampuan orang dewasa,” kata Irwan.

Berangkat dari kesadaran inilah, orangtua sebaiknya mulai melakukan beberapa hal berikut ini saat melatih anak berpuasa.

* Anak-anak,khususnya usia 5-7, masih dalam proses tumbuh kembang. Pelatihan puasa sebaiknya tidak mengabaikan fakta ini. Anak-anak di rentang usia tersebut kebutuhannya terhadap gizi dan tidur masih tinggi.

* Pahami bahwa kegiatan berpuasa adalah hanya sebuah pelatihan, pengondisian, pembiasaan, dan persiapan agar anak akrab dengan aktivitas ibadah. Jadi, bukan sesuatu yang final sehingga kebijakan yang diterapkan harus fleksibel dengan kondisi umur, fisik, dan keadaan psikologis anak.

* Meski sebatas pelatihan sebaiknya tetap dilaksanakan dengan kesungguhan. Dengan begitu anak belajar bahwa sebuah pekerjaan sesulit apa pun harus dikerjakan serius.

* Temani anak selama masa pelatihan. Jadikan pelatihan sebagai prioritas dibandingkan kegiatan lain sehingga anak merasa orangtuanya terlibat dan terikat dalam berpuasa.

Sumber: Ayah untuk Semua

You may also like...