Alldressedup, Gaya Perempuan Urban

I was all dressed up at six!” adalah jawaban Tina Tan-Leo ketika ditanya suaminya, Lionel Leo, mengenai bagaimana dan kapan passion-nya terhadap fashion dimulai.

Kalimat itu lalu menjadi filosofi brand lokal Singapura yang mereka dirikan ini dalam mendesain busana untuk perempuan urban. Dengan selera dan pandangan mereka yang jauh ke depan, serta tim desainer, spesialis produksi, dan penata gaya yang kreatif, label ini berhasil menjangkau pasar di tingkat internasional.

Brand ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2005, dan secara rutin berpartisipasi dalam ajang fashion tahunan, Singapore Fashion Festival. Event ini jelas memberi peluang bagi brand ini untuk dikenal secara luas di skala regional maupun internasional. Berkat aktivitas marketingbranding, dan distribusi yang intens pula mereka berhasil mengikuti pekan mode bergengsi seperti New York dan Paris Fashion Week.

Koleksi alldressedup juga dapat ditemukan di berbagaidepartment store terkemuka seperti Saks Fifth Avenue (Amerika), Lane Crawford (Hong Kong), Net-a-Porter (Amerika dan Inggris), dan Biffy (Italia). Selain, brand ini juga berhasil mendapat publikasi di majalah Vogue, Elle, InStyleHarper’s Bazaar, hingga Financial Times, Time, O, dan Newsweek.

Kunci dari kesuksesan brand ini adalah kemampuan mendesain rancangan yang wearable namun sangat berkelas. Segmen pasar mereka adalah perempuan urban yang stylish, percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh tren musiman yang cepat berlalu. Hal ini terlihat dari para undangan yang menghadiri peragaan busana koleksi Autumn/Winter 2011 dari alldressedup dalam sesi Audi Fashion Festival di Ngee Ann City Civic Plaza, Singapura, Selasa (17/5/2011) lalu. Berbagai gaya busana ditampilkan para perempuan undangan ini, dan tak satupun dari mereka yang memilih sentuhan yang sama.

Sebanyak 30 busana diperagakan dalam fashion show yang merupakan bagian dari event Asia Fashion Exchange 2011 ini. Rancangan alldressedup cenderung mengaburkan batas-batas antara fashion dan seni, feminin dan maskulin, serta mempertentangkan banyak aspek. Koleksi mereka hadir dalam versi yang paling sederhana sepertilittle black dress, cocktail wear, pants, short pants, jumpsuit, hingga outerwear.

Sisi feminin dan maskulin bertemu ketika outerwear berupa jaket kulit berpadu serasi dengan gaun-gaun cocktail, atau blazer dari wol berwarna kelabu yang menutup atasan motif print dengan leher beraksen ruffle. Materi yang keras seperti kulit dipadukan dengan bahan yang lembut seperti sifon. Ada pula overcoat dengan bahan wol yang menjadi lebih soft dengan balutan scarf warna pink.

Beberapa koleksi alldressedup juga menggunakan motif animal print seperti leopard atau cheetah. Motif ini muncul dalam bentuk baju terusan, bawahan, scarf, dan blazer. Selain dipadukan dengan bahan polos atau hanya menjadi aksen di bagian dada, ada pula blazer print yang ditumpuk dengan gaun print dengan pola yang berbeda.

Jumpsuit sedang menjadi tren saat ini, dan alldressedup sedikit memanjakan penggemar dengan beberapa koleksijumpsuit-nya. Jumpsuit warna kelabu dengan aksen berupa simpul di pinggul dikenakan dengan kardigan panjang warna gading. Jumpsuit dengan halter neck dan model kemben juga cukup menarik. Satu tali pundaknya hanya diselempangkan di pundak lalu dijepit dengan ikat pinggang atau bros.

Selain koleksi busana, alldressedup juga menampilkan koleksi aksesorinya yang terdiri atas tas, clutch, kalung, gelang, dan belt. Dan siapa bilang gaun bermotif print tak boleh dikenakan dengan kalung bergaya etnik? Alldressedup menunjukkan bahwa Anda boleh melakukan apa saja sesuai dengan gaya pribadi Anda.

Artikel ini diambil dari female.kompas.com

Halaman: alldressedup, busana halter neck motif leopard.

You may also like...